PENGERTIAN DAN
PERBEDAAN PENJAS DENGAN OLAHRAGA
1.
Pengertian Pendidikan Jasmani
Pengertian Pendidikan Jasmani menurut beberapa
ahli adalah sebagai berikut:
Menurut Undang-undang No. 4 tahun 1950 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran pasal 9 bahwa "Pendidikan jasmani yang menuju kepada keselarasan antara tumbuhnya badan dan perkembangan jiwa dan merupakan suatu usaha untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sehat dan kuat lahir batin, diberikan pada segala jenis ssekolah".
Menurut Undang-undang No. 4 tahun 1950 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran pasal 9 bahwa "Pendidikan jasmani yang menuju kepada keselarasan antara tumbuhnya badan dan perkembangan jiwa dan merupakan suatu usaha untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sehat dan kuat lahir batin, diberikan pada segala jenis ssekolah".
Sedangkan pengertian pendidikan jasmani menurut Beley
dan Field (dalam Suranto, dkk. 2004) mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai
proses yang menguntungkan dalam penyesuaian dari belajar gerak,
neuro-muscular, sosial, kebudayaan, baik emosional dan etika sebagai akibat
yang timbul melalui pilihannya yang baik melalui akatifitas fisik yang
menggunakan sebagian besar otot tubuh.
Dari pengertian pendidikan jasmani di atas dapat
disimpulkan beberapa hal mengenai pendiidkan jasmani sebagai berikut:
a. Pendidikan Jasmani lebih memusatkan
pada anak didik
b. Menekankan pada aspek pendidikan
c. Kegiatan jasmaniah hanya merupakan
sarana untuk turut membantu pada tercapainya tujuan pendidikan
d. Tujuannya adalah perkembangan
optimal, sesuai dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan peserta kegiatan
(siswa). Jadi arahnya ialah perkembangan aspek-aspek fisik, mental dan sosial
dari setiap individu.
e. Pendidikan jasmani berkaitan dengan
peran penyesuaian beban fisik yang terjadi sebagia akibat partisipasi dalam
kegiatan fisik tertentu yang dipilih, sesuai dengan perhatian, kemampuan dan
kebutuhan individu.
2.
Pengertian Olahraga
Olahraga
adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang
melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan
kebugaran jasmani.
Pengertian
Olahraga (Menpora Maladi) adalah olahraga mencakup segala kegiatan manusia
yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya,
cita-cita nasional politik, sosial, ekonomi, kultural dan sebagainya.
Olahraga
menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu
orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan.
Sedangkan
dalam Webster’s New Collegiate Dictonary
(1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan
aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic
games di Amerika Serikat).
UNESCO
mendefinisikan olahraga sebagai “setiap aktivitas fisik berupa permainan yang
berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam, orang lain, ataupun diri
sendiri”.
Sedangkan
Dewan Eropa merumuskan olahraga sebagai “aktivitas spontan, bebas dan dilaksanakan
dalam waktu luang”.
Definisi
terakhir ini merupakan cikal bakal panji olahraga di dunia “Sport for All” dan di Indonesia tahun 1983, “memasyarakatkan
olahraga dan mengolahragakan masyarakat” (Rusli dan Sumardianto,2000: 6).
Menurut
Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan
atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi
jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat
dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam
pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
Untuk
penjelasan pengertian olahraga menurut Edward (1973) olahraga harus bergerak
dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai
karakteristik antara lain; a. Terpisah dari rutinitas, b. Bebas, c. Tidak
produktif, d. Menggunakan peraturan yang tidak baku. Ruang lingkup pada games
mempunyai karakteristik; a. ada kompetisi, b. hasil ditentukan oleh
keterampilan fisik, strategi, kesempatan. Sedangkan ruang lingkup sport; permainan
yang dilembagakan.
3. Perbedaan Penjas dan Olahraga
Dalam kehidupan di masyarakat nama
olahraga dan penjaskes, hampir di samakan , tidak ada beda sama sekali, namun
menrut peraturan UU no 20 tentang SISTEM PENDIDIKAN, nama penjaskes dan
olahraga itu berbeda, di mana olahraga itu tertuju pada cabang olahraga, atau
cabor, tapi penjaskes adalah pendidikan jasmani, di mana dalam praktiknya
penjakes lebih menitik beratkan pada gerak anak didik atau siswa, karena dengan
gerak maka kesehatan anak didik akan dapat terciptkan, apalagi sampai
mereka mengeluarkan keringat, dengan tekeluarnya keringat maka
lemak-lemak yang ada dalam tubuh akan ikut keluar bersamaan keringat, dengan
sedikitnya lemak yang tidak bermanfaat maka sistem peredaran darah akan
menciptkan kesehatan pada tubuh anak didik.
Penjaskes bertujuan menciptakan kesegaran dan
menerapkan pendidikan mental lewat gerakan atau permainan atau olahraga
yang di modifikasi, dengan itu para peserta didik bisa mendapatkan pengalaman
tentang kebersamaan, kerja sama, dan tanggung jawab, baik kelompok maupun
pribadi, hal ini sering di sebut dengan learning
by moving. bukan learning to move.
Namun di olahraga bertujuan menciptakan kesehatan, tujuan nya lebih menekankan
pada prestasi. Hal ini jika di terapkan dalam pendidikan sunguh sangat
memberatkan peserta didik, karena tiap - tiap peserta didik memiliki perbadaan
masing - masing. Hal ini dapat dilaksanakan pada jam jam di luar jam
pelajaran, atau lebh tepatnya pada kegiatan ekstra kurikuler.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar